Pedoman gizi yang direkomendasikan orang dewasa tentunya berbeda dengan
kebutuhan gizi anak. Hal ini karena sistem pencernaan anak-anak lebih
kecil dan belum banyak melakukan kegiatan yang menguras tenaga. Maka
dari itu pemberian makanan juga harus dibedakan porsinya.
Menurut
Juliette Kellow BSc RD, seorang ahli diet, memberikan makanan dalam
porsi kecil sangat dianjurkan dan akan berpengaruh pada tumbuh kembang
anak. Diet rendah lemak juga direkomendasikan untuk anak-anak.
Sumber
lemak yang diberikan bisa berasal dari daging, ikan dan susu. Namun
jangan berikan susu skim untuk anak usia dua tahun. Bisa diberikan
camilan bernutrisi seperti vitamin dan mineral yang terdapat pada cake, biskuit dan cokelat.
Anak-anak
juga tidak dianjurkan makan makanan yang tinggi serat. Karena bisa
menyebabkan si kecil makan dengan porsi banyak dan tidak dilengkapi
dengan kalori dan nutrisi lainnya. Porsi makan yang berlebihan juga
mempengaruhi tumbuh kembangnya.
Jika anak sudah memasuki usia
sekolah sudah mulai bisa diberikan diet rendah lemak dan tinggi serat.
Diet rendah lemak harus diberikan sejak anak usia 5 tahun, batasi
konsumsi gula dan garamnya. Pastikan si kecil makan buah dan sayuran
setiap hari seperti orang dewasa.
Anak bisa dengan mudah diberi
makanan yang seimbang, untuk menurunkan risiko kelebihan berat badan dan
obesitas. Bisa diberikan 4 kelompok makanan utama seperti roti, sereal,
dan kentang yang merupakan sumber energi, serat, vitamin, dan mineral.
Selain
itu juga ada buah dan sayur yang menyediakan serat, vitamin dan mineral
serta sumber antioksidan. Susu baik untuk kesehatan tulang dan gigi si
kecil. Yang terakhir adalah daging, yang mengandung protein, vitamin,
dan mineral.
sumber: www.detik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar