Ericsson mengakui kiprahnya di bisnis ponsel telah usai seiring kian
ketatnya persaingan melawan para pesaing raksasa smartphone seperti
Nokia, Apple, Samsung, dan Research In Motion.
"Memang pasar
smartphone kian menggeliat, tapi era Ericsson dalam membangun handset
telah usai. Ini bukan keputusan mudah," tutur CEO Ericsson Group Hans
Vestberg, kepada sejumlah media saat berkunjung ke Indonesia, di Hotel
JW Marriot, Jakarta.
Ericsson pada awal 2012 ini memang telah melepas seluruh kepemilikannya kepada Sony dalam joint venture Sony Ericsson. Sony pun membentuk divisi baru yang mereka namakan Sony Mobile Corporation.
Diakui
Vestberg, keputusannya melepas Sony Ericsson bukan hal yang mudah.
Terlebih, Ericsson merupakan salah satu pionir di industri ponsel.
Namun
keputusan itu tetap harus dilakukan. Ericsson pun mengaku jadi lebih
fokus mengembangkan kompetensinya di sisi layanan dan teknologi
infrastruktur jaringan. "Pangsa pasar kami di jaringan global lebih dari
60% untuk 2G, 3G, dan 4G," kata Vestberg.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar