PADANG, KOMPAS.com--Ikatan Dai Indonesia (Ikadi)
Sumatra Barat mengharapkan umat Islam di Tanah Air tidak menyikapi film
berjudul Innocence of Muslim yang berisi hal melecehkan Islam dengan
kekerasan.
Umat Islam diharapkan tidak terpancing dan melakukan
tindakan kekerasan menyikapi film tersebut dan sebaiknya meminta pihak
yang berwenang menutup akses terhadap film itu, kata Ketua Ikadi Sumbar
Erizal Ilyas di Padang, Sabtu.
Ia menyampaikan hal itu pada acara
silaturahmi dan konsolidasi pengurus Ikadi se-Sumatra Barat yang dibuka
langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno di Aula BKKBN.
Menurut
dia, Islam adalah agama yang bersifat rahmat bagi seluruh alam, karena
itu yang harus dipahami adalah jika ada hal-hal menyimpang harus
diluruskan dengan cara yang benar.
Belajar dari Nabi Muhammad SAW,
belau tidak pernah meluruskan sesuatu yang menyimpang dengan kekerasan,
namun juga tidak membiarkan kemungkaran terjadi, kata dia. "Namun,
tentu saja yang sesat harus diluruskan dan yang salah harus dibenarkan,"
katanya.
Ia memahami, ada umat yang terpancing emosinya menyaksikan film tersebut.
Namun
tentunya harus disikapi dengan tenang dan tidak menimbulkan kekerasan
agar tidak menimbulkan citra yang tidak baik terhadap Islam.
Kepada
umat lain, Erizal mengimbau untuk tidak menghina Islam karena siapa pun
juga yang keyakinannya direndahkan pasti tidak akan mau menerima dan
bereaksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar