Gula tambahan telah lama diwanti-wanti sebagai salah satu penyebab utama
meningkatnya angka obesitas, diabetes dan berbagai gangguan kesehatan
terkait keduanya seperti penyakit lemak hati.
Hebatnya, gula tambahan ini bisa beredar dengan nama dan bentuk yang beragam padahal sebenarnya sama saja.
Apapun
bentuknya, baik gula atau pemanis buatan akan mempengaruhi tubuh dengan
cara yang sama, bahkan beberapa diantaranya memiliki dampak yang lebih
buruk dari produk gula lainnya.
Salah satu produk pemanis yang
paling 'berbahaya' dan banyak ditemukan pada berbagai produk makanan
adalah sirup jagung berfruktosa tinggi karena dapat merusak pola makan.
Menurut
studi yang dilakukan peneliti dari Princeton University, tikus yang
diberi sirup jagung fruktosa tinggi atau HFCS mengalami penambahan berat
badan lebih banyak daripada ketika diberi sukrosa meskipun jumlah yang
digunakan sama banyaknya.
Lalu Dr. Barry Popkin dari University
of North Carolina School of Public Health mengemukakan bahwa
permasalahannya terletak pada jumlah gula yang dikandung setiap pemanis
itu.
Contohnya, sirup jagung berfruktosa tinggi, meski jumlah
fruktosanya lebih banyak daripada jenis gula lainnya tapi efek
metaboliknya dengan pemanis lainnya adalah sama saja.
Banyaknya
nama-nama gula yang beredar juga menimbulkan kebingungan publik,
terutama terkait dengan jumlah kandungan gula dan kalorinya.
Produsen
pembuat pemanis buatan pun dapat dengan seenaknya membuat daftar
komposisi dengan formulasi gula yang berbeda-beda sehingga produk itu
tampak mengandung gula yang lebih sedikit dari kandungan gula yang
sebenarnya atau bila dibandingkan dengan produk lainnya.
Oleh
karena itu, untuk mengantisipasi kondisi seperti di atas, Anda dapat
menyimak 10 jenis dan nama gula yang beredar luas di pasaran seperti
dikutip dari huffingtonpost, Jumat (14/9/2012).
1. Concentrated fruit juice
Pemanis ini biasa diberi nama sesuai dengan nama buah yang diekstrak seperti apel atau pir.
Pasalnya, buah-buahan dikenai tarif yang lebih murah dari gula maka ketika diimpor harganya juga jauh lebih murah, katanya.
Kendati
terdengar lebih sehat dan lebih alami daripada sirup jagung berfruktosa
tinggi atau sirup gula lainnya, "Produk ini tak ada bedanya dengan
gula," ujar Popkin.
2. Dextrose
Dextrose
merupakan bentuk sederhana dari glukosa, tapi WiseGeek mengungkapkan
banyak produsen percaya bahwa konsumen yang mengonsumsi dextrose akan
memperoleh dampak negatif lebih sedikit daripada pengguna glukosa.
3. Maltosa
Maltosa atau gula malt adalah jenis gula yang terbuat dari dua molekul glukosa yang terikat.
Sirup
jagung bermaltosa tinggi merupakan pemanis lain yang banyak beredar di
pasaran, sama-sama berasal dari jagung namun diolah dengan cara yang
berbeda.
4. Fruktosa kristal
Fruktosa kristal
berasal dari jagung kendati jenis gula ini seringkali dikatakan 20
persen lebih manis daripada gula dan 5 persen lebih manis daripada sirup
jagung berfruktosa tinggi.
5. Evaporated cane juice
Menurut Dr. Melina Jampolis, evaporated cane juice hanyalah gula yang diproses sedikit berbeda dari gula lainnya.
"Pengolahannya
sengaja tak disempurnakan agar dapat mempertahankan kandungan vitamin
dan mineralnya tapi sebenarnya jumlah kalorinya sama saja dengan gula,"
katanya.
6. Gula invert
Gula invert atau
inverted sugar syrup itu sama halnya dengan madu, sirup mapel maupun
sirup jagung berfruktosa tinggi. Di dalamnya terdapat sukrosa sederhana
yang dibagi menjadi dua bagian yaitu glukosa dan fruktosa.
Masa penyimpanannya lebih lama daripada gula kristal, rasanya juga lebih manis.
7. Gula mentah atau raw sugar
Gula
ini merupakan produk sampingan alami dari gula kristal. Mungkin dengan
begitu orang berpikir gula jenis ini lebih alami daripada pemanis yang
dibuat dengan bahan-bahan kimiawi tapi bukan berarti gula ini
benar-benar mentah.
Cathy Nonas, direktur program diabetes dan
obesitas dari North General Hospital, New York City mengatakan, "Hanya
karena diklaim sebagai produk alami tapi bukan berarti produk itu
benar-benar sehat untuk Anda."
8. Sirup malt
Pemanis ini sebagian besar terbuat dari gandum barley yang telah diubah menjadi gula yaitu maltosa.
9. Cane crystals
Cane crystal hanyalah nama lain dari evaporated cane sugar.
10. Fruktosa
Fruktosa adalah gula yang ditemukan dalam buah dan dikenal sebagai jenis gula paling manis yang dipasarkan secara komersial.
Jika
dikonsumsi dalam konsentrasi dan jumlah yang tinggi, pakar
endokrinologi kedokteran anak dari University of California, Robert
Lustig meyakini bahwa fruktosa dapat berkontribusi terhadap munculnya
obesitas, diabetes dan gangguan kesehatan lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar