Ohio, Kanker bisa menyerang siapa saja termasuk
anak-anak. Kondisi ini yang dialami oleh Natalie Cosman, tapi berkat
deteksi dini dan pengobatan yang tepat kini ia bisa merasa senang karena
berhasil sembuh dari kanker ovarium.
Awalnya Natalie mengeluh
rasa sakit perut yang kronis. Dokter yang memeriksa memperkirakan ia
terkena infeksi virus atau akibat penumpukan gas, sampai akhirnya suatu
hari Natalie benar-benar merasa kesakitan dan orangtuanya segera membawa
ia ke rumah sakit.
Dokter mencurigai ia memiliki radang usus
buntu, namun ketika dokter melakukan pemeriksaan USG ternyata hasilnya
sangat mengejutkan. Dokter menemukan kista sebesar 7 cm di ovarium
bagian kanan dan hasil biopsi menunjukkan bahwa Natalie didiagnosis
kanker ovarium stadium II.
"Saya sangat terkejut dengan hasil
diagnosis itu, terutama oleh jenis kanker ovarium tersebut," ujar sang
ibu Melinda Cosman, seperti dikutip dari Foxnews, Sabtu (15/9/2012).
Dalam
kasus Natalie ini, dokter pun harus mengangkat ovarium dan tuba fallopi
bagian kanan, serta ia pun diresepkan kemoterapi yang dimulai segera
setelah ia melakukan operasi. Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran
dari sel-sel kanker.
Kondisi ini membuat Natalie harus melewatkan
hari-harinya di sekolah, serta kemoterapi yang dilakukan membuat
rambutnya rontok, harus berada di rumah sakit hingga beberapa waktu dan
kehilangan masa kanak-kanaknya.
"Meski sedang sakit, tapi dia
masih tetap tersenyum saat harus melalui semua hal yang membuatnya harus
kehilangan masa kanak-kanaknya. Ia bertekad untuk selalu semangat,"
ujar sang ibu.
Perjuangan yang dilakukan oleh Natalie tidaklah
sia-sia, karena hasil pengujian yang ia lakukan mulai dari sebulan
sekali hingga 3 bulan sekali menunjukkan tidak ada tanda-tanda kanker
tersebut kembali.
Umumnya sangat jarang kanker ovarium dialami
oleh gadis muda dan perempuan yang belum mengalami menopause, kalau pun
ada biasanya memiliki tingkat kesembuhan yang sangat baik.
"Kanker
ovarium memang bisa mematikan, tapi kami telah menemukan obat tertentu
yang sangat efektif untuk menyembuhkannya. Kombinasi antara operasi dan
kemoterapi bisa memberikan hasil 95 persen kesembuhan pada gadis muda,"
ujar Dr. Robert DeBernardo, dokter onkologi ginekologi dari UH Case
Medical Center di Cleveland, Ohio.
Meski begitu Dr DeBernardo
mengungkapkan menjaga kesuburan merupakan perhatian utama bagi dokter,
karena dengan mengangkat 1 ovarium turut mengurangi tingkat kesuburan
sekitar 10-15 persen.
"Gadis-gadis ini masih tetap bisa memiliki
anak di masa depan, tapi mungkin sedikit lebih sulit untuk hamil," ujar
Dr DeBernardo.
Meskipun dalam kasus Natalie bisa diketahui lebih
dini dan diobati, tapi banyak perempuan yang tidak seberuntung Natalie.
Tidak seperti gadis muda, pada perempuan yang lebih tua umumnya
mengembangkan subtipe kanker ovarium yang jauh lebih sulit untuk
dideteksi dan diobati sehingga tingkat kematiannya jauh lebih tinggi.
"Tidak
ada cara mudah untuk memeriksa kanker ovarium seperti halnya kanker
payudara yang memiliki deteksi dini mammogram, sehingga kadang tes
skrining tidak bisa mendeteksinya," ungkapnya.
Dr DeBernardo
menuturkan gejala yang muncul sangat umum seperti sakit perut, mual,
muntah atau perut kembung yang kadang tidak disadari pasien, karena itu
mayoritas pasien bisa terdetksi pada stadium III atau IV.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar