Saham Apple Inc dan Samsung Electronics terus menguat sejak awal tahun,
bahkan saling kejar-kejaran satu sama lain seiring persaingan keduanya.
Keduanya punya lini ponsel pintar yang bisa dibanggakan.
Lalu,
bagaimana dengan nasib produsen ponsel pintar paling laris di Indonesia,
yaitu Research in Motion (RIM) dengan BlackBerry-nya?
Seperti
dikutip dari data perdagangan saham Wall Street, Kamis (13/9/2012),
saham perusahaan asal Kanada ini turun US$ 0,4 atau (0,54%) ke level US$
7,42 (Rp 66.800) per lembar.
Padahal, awal tahun ini sahamnya
sempat mencapai posisi tertinggi di US$ 30,62 per lembar. Itu berarti,
saat ini saham RIM sudah anjlok 75,8% dari posisi tertingginya tersebut.
Bahkan, saham RIM sempat jatuh ke posisi terendahnya di US$
6,33 per lembar. Imbal hasil yang diberikan oleh saham RIM sejak awal
tahun ini adalah minus 75,4%.
Coba bandingkan saham RIM dengan
saham Apple dan Samsung. Saham produsen iPad itu kini berada di level
US$ 669,8 (Rp 6,1 juta) per lembar, setelah ditutup naik US$ 9,2
(1,39%).
Saham perusahaan yang didirikan almarhum Steve Jobs ini
sempat mencapai titik tertinggi di US$ 683,29 per lembar tahun ini.
Pemegang saham Apple sudah bisa menikmati imbal hasil 74,8%.
Saham Samsung yang listing
di bursa Korea Selatan pun tak kalah mahal, berada di level 1,3 juta
won (Rp 11 juta) per lembar. Hari ini, sahamnya masih diperdagangkan dan
naik 7.000 won (0,54%).
Awal Juni tahun ini, saham RIM mulai
jatuh hingga di bawah US$ 10 per lembar. Mencapai posisi terendahnya
dalam delapan tahun terakhir.
RIM yang selama ini menjadi pionir
dalam ponsel pintar berpotensi ketinggalan dalam kompetisi di
industrinya yang sudah didominasi oleh iPhone milik Apple dan ponsel
berbasis Android besutan Samsung dari Korea Selatan.
Perusahaan
asal Kanada ini sudah melaporkan proyeksi kerugian di 2012 ini. Untuk
itu, RIM sudah menyewa penasihat investasi untuk menentukan opsi
strategis untuk langkah perusahaan ke depan.
sumber: www.detik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar