Tokyo - Perusahaan elektronik raksasa Jepang, Sharp
bakal memangkas gaji ribuan karyawannya, dari mulai level bawah sampai
level atas. Ini dilakukan untuk menyelamatkan neraca keuangan yang
'berdarah'.
Sharp menyatakan berencana memangkas anggaran 14
miliar yen (US$ 179 juta) dengan memangkas gaji manajemen 10%, dan
memangkas gaji karyawan lainnya sebesar 7%.
Pemangkasan gaji ini
bakal dilakukan untuk karyawannya di Jepang sampai September tahun
depan. Sebanyak 27.500 karyawan Sharp di Jepang juga dipotong bonusnya
sampai 50%.
"Kondisi bisnis di sekeliling Sharp tidak mendukung,
butuh pengetatan keuangan untuk pemulihan. Jadi, pemangkasan anggaran
karyawan diperlukan," ujar Sharp dalam pernyataan seperti dikutip dari AFP, Selasa (11/9/2012).
Sharp
bakal mengumumkan target penjualan dan labanya untuk tahun fiskal Maret
2012-Maret 2013. Sebelumnya Sharp memperkirakan masih akan mengalami
kerugian 250 miliar yen hingga Maret 2013. Namun dengan pemangkasan gaji
karyawan dan penghematan lain, kerugian diperkirakan tinggal 30 miliar
yen.
Saat ini Sharp memiliki utang sejumlah 1,25 triliun yen (US$
16 miliar). Perusahaan ini juga tengah berjuang untuk melakukan
refinancing terhadap surat utang senilai 360 miliar yen dan convertible
bond yang diterbitkannya senilai 200 miliar yen, yang akan jatuh tempo
September mendatang.
Perusahaan ini akan memberikan laporan
penilaian asetnya kepada bank-bank untuk mendapatkan pendanaan guna
melanjutkan bisnisnya. Harga saham Sharp saat ini jatuh lebih dari 35%
sejak Agustus.
Sharp sebelumnya berencana untuk melakukan PHK
terhadap 8.000 karyawannya, atau 15% dari total karyawan Sharp di
seluruh dunia. Perusahaan elektronik ini juga menjual 2 pabrik TV yang
dimilikinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar