Masyarakat Indonesia tampaknya tidak asing lagi dengan durian impor.
Durian impor pun kini lebih dominan ketimbang durian asli Indonesia
seperti durian Medan, durian Lampung, dan durian Petruk asal Jepara.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance,
Kamis (2/8/2012), terdapat sebanyak 1,6 ribu ton durian impor dengan
nilai US$ 1,7 juta sepanjang Januari hingga Juni tahun 2012 ini. Impor
tersebut berasal dari 2 negara yakni Thailand dan Malaysia.
Pada
bulan Januari, sebanyak 199,3 ton buah durian impor dengan nilai US$
274,5 ribu masuk dari Thailand. Tidak jauh berbeda, pada bulan Februari,
durian asal negeri Gajah Putih ini kembali masuk ke tanah air sebesar
195,6 ton dengan nilai US$ 272,7 ribu. Jumlah impor ini melonjak tajam
pada bulan Maret menjadi 872,1 ton dengan nilai sekitar US$ 900 ribu.
Namun,
pada bulan April, Mei, dan Juni, tidak ada impor dari Thailand. Itulah
sebabnya, pada beberapa waktu terakhir ini, pasar dalam negeri dibanjiri
durian asal Malaysia. Pada bulan Januari, impor durian asal negeri
Jiran ini sebanyak 7,5 ton dengan nilai US$ 7.690. Pada bulan Februari
dan Maret tidak dilakukan importase durian dari Malaysia.
Sedangkan
pada bulan April, Mei, dan Juni, impor durian dari negara ini kembali
dilakukan guna menutupi pasokan durian asal Thailand. Pada bulan April,
sebanyak 36,2 ton durian Malaysia dengan nilai US$ 37,4 ribu masuk ke
tanah air. Sementara pada bulan Mei, sebanyak 89,4 ton durian dengan
nilai US$ 82,3 ribu masuk dari negara Malaysia.
Untuk bulan
Juni, durian asal negara Upin Ipin ini masuk ke Indonesia sebanyak 173,5
ton dengan nilai US$ 114,2 ribu. Dengan demikian, total durian Malaysia
yang masuk ke Indonesia sepanjang semester I tahun ini sebanyak 306,6
ton dengan nilai US$ 241,7 ribu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar