Kondisi memburuknya ekonomi Eropa membuat permintaan ekspor dari
Indonesia ke benua biru menurun. Akhirnya Afrika menjadi pasar baru
ekspor yang digenjot Indonesia.
Wakil Menteri Perdagangan Bayu
Krisnamurthi mengatakan ekspor Indonesia ke Pantai Gadung saat ini naik
350%. Produk sabun colek dan Indomie menjadi idola.
"Ekspor kita
ke Pantai Gading sampai saat ini sudah naik 350%, sabun colek dan
Indomie kita laku di sana, pasar domestik tetap tujuan utama kita,
bayangkan kuartal 1 tahun 2012 sebesar Rp 1.000 triliun konsumsi
domestik di Indonesia atau US$ 100 miliar," kata Bayu saat ditemui di
Gedung Jakarta Post, Palmerah, Jakarta, Jumat (7/9/2012).
Di
tengah menurunnya pangsa ekspor karena krisis Eropa, pemerintah meminta
para investor agar lebih fokus kepada perdagangan dalam negeri atau
domestik, ketimbang menggenjot ekspor yang sedang jatuh akibat krisis
Eropa yang membuat permintaan turun.
Indonesia dengan jumlah penduduk besar, menawarkan keuntungan yang besar bagi investor yang berani menggarapnya.
"Investasi kita harus berpola pada pasar domestik itu yang harus kita dorong dibandingkan dengan pasar ekspor," kata Bayu.
Menurut
Bayu, seharusnya porsi ekspor dan impor dalam perdangan Indonesia
hanyalah 25-30%. Sisanya sebanya 70% harusnya merupakan perdagangan di
pasar domestik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar