Jika perempuan merasakan nyeri yang
berkepanjangan pada panggul, mungkin ia menderita penyakit nyeri panggul
kronis. Nyeri panggul kronis dialami oleh wanita dengan probabilitas 1
dibanding 7 orang yang biasanya merupakan gejala penyakit tertentu.
Kenali
penyakit yang menyebabkan nyeri panggul lebih dini agar segera
mendapatkan pengobatan sebelum penyakit menjadi kronis dan berbahaya.
Berikut 5 penyakit yang menyebabkan nyeri panggul, seperti dilansir prevention, Kamis (2/8/12), antara lain:
1. Endometriosis
Endometriosis adalah peradangan akibat pertumbuhan jaringan endometrium yang merupakan lapisan rahim.
Wanita
yang menderita endometriosis biasanya ditandai oleh kram parah ketika
menstruasi yang juga dirasakan hingga punggung bawah dan kaki.
Perlu
dilakukan laparoskopi untuk mendiagnosa penyakit tersebut, yaitu
prosedur bedah ringan dengan mengangkat contoh jaringan dan diteliti di
bawah mikroskop.
Pengobatan untuk endometriosis dengan
obat-obatan seperti ibuprofen dan naproxen sodium, bersama dengan pil KB
dan hormon lain untuk mengecilkan jaringan endometrium.
Dokter
mungkin menyarankan operasi invasif ringan untuk menghapus atau
menghancurkan pertumbuhan endometrium. Jika penyakit tersebut telah
parah, perlu dilakukan histerektomi atau operasi pengangkatan rahim.
2. Interstitial Cystitis
Penyakit
ini menyebabkan ketidaknyamanan pada kandung kemih, yang mungkin
disebabkan oleh kerusakan pada musin, sel-sel pada permukaan kandung
kemih yang melindunginya dari keasaman.
Wanita akan merasakan
sensasi terbakar ketika kandung kemihnya penuh dan ketika buang air
kecil. Orang yang menderita IC juga ditandai dengan terlalu sering buang
air kecil, bahkan pada beberapa kasus, penderita IC buang air kecil
sebanyak 60 kali dalam sehari.
Penyakit ini didiagnosis dengan menguji air seni dengan menggunakan alat tipis yang disebut cystoscope.
Pengobatan
dilakukan dengan memberikan Elmiron, obat oral pertama yang
dikembangkan untuk menyembuhkan IC. Obat ini bekerja dengan melapisi
permukaan kandung kemih dan memerlukan waktu 6 sampai 9 bulan untuk
bekerja secara efektif.
Dokter mungkin juga menyarankan
penggunaan antihistamin, berbagai antidepresan trisiklik, obat anti
kejang dan obat lain yang ditanamkan langsung ke dalam kandung kemih.
3. Pelvic Floor Tension Myalgia
Berbagai
masalah, baik fisik, seperti proses persalinan yang sulit dan
emosional, dapat menyebabkan ketegangan kronis pada otot dasar panggul,
yang mendukung organ panggul Anda. Kondisi ini disebut pelvic floor tension myalgia dalam istilah medis.
Penyakit
ini ditandai dengan gejala seperti rasa sakit di panggul, terbakar,
gatal, dan nyeri pada vagina atau uretra. Diagnosis penyakit ini dapat
dilakukan dengan pemeriksaan fisik pada panggul oleh dokter.
Pengobatan
yang paling efektif dapat dilakukan dengan melibatkan terapi fisik pada
dasar panggul. Anda akan diminta untuk menyelaraskan panggul dan
melakukan latihan penguatan dan peregangan rutin yang membantu
menghilangkan kejang pada otot-otot dasar panggul.
Suntikan Botox juga dapat diberikan untuk mencegah kejang dan otot dapat mengalamai relaksasi.
4. Pelvic Congestion Syndrome
Pelvic congestion syndrome adalah sindrom kemacetan panggul yang merupakan varises di dalam panggul yang menyebabkan rasa nyeri.
Seperti
varises di kaki, katup dalam pembuluh darah menjadi lemah dan tidak
menutup dengan benar dan membuat Anda merasakan nyeri yang menyakitkan
pada panggul. Sindrom ini ditandai dengan rasa nyeri berdenyut di
panggul.
Rasa sakit tersebut menghilang atau menjadi ringan di
pagi hari dan akan memburuk sepanjang hari. Rasa nyeri akan meningkatkan
ketika berbaring atau terkena panas. Sindrom ini didiagnosis dengan tes
Venogram transcervical untuk mengukur ukuran vena abnormal dan laju
aliran darah.
Dokter biasanya pertama kali memberikan suatu
hormon progestin untuk mengurangi nyeri dan mengecilkan pembuluh darah.
Jika cara tersebut gagal, akan dilakukan embolisasi, prosedur menutup
pembuluh darah yang bermasalah.
Langkah penyembuhan yang paling
efektif adalah dengan histerektomi (operasi angkat rahim), di mana rahim
diangkat bersama dengan vena yang terkena dampak sindrom ini, tetapi
cara ini tentu memutus kesempatan Anda untuk hamil.
5. Vulvodynia
Vulvodynia
merupakan kondisi rasa sakit kronis pada vulva. Meskipun penyebab dari
vulvodynia tidak diketahui, para ahli berspekulasi bahwa infeksi ragi
yang pernah dialami sebelumnya mungkin membuat beberapa wanita lebih
rentan untuk mengembangkan vulvodynia.
Penyebab lain yang mungkin
dapat menyebabkan vulvodynia adalah kerusakan saraf yang disebabkan
oleh aktivitas seperti menunggang kuda atau melahirkan. Sekitar 75
persen wanita dengan vulvodynia menderita nyeri di pintu masuk vagina.
Gejala
yang umum dari vulvodynia adalah sensasi terbakar atau menyengat di
vulva yang dapat menyebar ke bokong, paha atas dan area panggul. Sekitar
80 persen wanita dengan vulvodynia tersebut merasakan kesakitan ketika
berhubungan seks.
Pengobatan dilakukan dengan memberikan obat-obatan anti kejang vulvodynia, antidepresan, dan anestesi topikal lidokain.
Pilihan
terakhir dari pengobatan adalah pembedahan untuk mengangkat ujung saraf
di pintu masuk ke vagina yang berhasil menyembuhkan 90 persen kasus
vulvodynia.
sumber: www.detik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar