Malas gosok gigi tidak hanya bedampak pada kesehatan gigi dan mulut
saja. Kalau dibiarkan terus menerus, kerusakan yang terjadi pada gigi
bisa menyebarkan infeksi ke bagian tubuh yang lain dan bisa memicu
berbagai penyakit kronis.
Dekan Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Indonesia (FKG UI), Prof Bambang Irawan, drg, PhD menuturkan
bahwa gigi terdiri dari beberapa lapis. Bagian terluar yakni email
adalah bagia terkeras, sedangkan makin ke bawah akan makin mendekati
saraf dan pembuluh darah.
"Makin ke bawah, kalau terjadi
kerusakan maka gigi akan menjadi non vital. Dalam keadaan non vital,
kuman bisa berkembang di akar gigi," kata Prof Bambang kepada wartawan
dalam Pembukaan Pekan Kesehatan Gigi di Aula FKG UI, Senin (24/9/2012).
Kuman
yang berkembang di akar gigi menurut Prof Bambang bisa berbahaya karena
dekat dengan pembuluh darah. Kalau kuman penyebab infeksi itu masuk ke
pembuluh darah, maka aliran darah akan membawanya ke bagian tubuh yang
lain yang kebetulan pertahanan tubuhnya kurang.
Oleh karena itu,
Prof Bambang menilai bahwa kesehatan gigi dan mulut sangat mempengaruhi
kesehatan umum secara keseluruhan. Apabila tidak dijaga dengan baik,
gigi bisa menyebarkan infeksi penyebab penyakit di bagian tubuh yang
lain lewat aliran darah.
"Kalau ada infeksi di mulut, dia bisa
membawa infeksi ke mana-mana. Sekarang banyak, salah satunya dari
dokter-dokter penyakit dalam, kalau ada penyakit kronis maka
pertama-tama dilihat dulu giginya. Dibuka, ada infeksi atau tidak di
sana," terang Prof Bambang.
Ditambahkan oleh Prof Bambang,
kerusakan gigi yang menyebabkan gigi menjadi non vital dan bisa
menyebarkan infeksi biasanya terjadi pada orang lanjut usia atau lansia.
Selain menyebarkan infeksi, kerusakan gigi pada lansia juga besar
pengaruhnya pada asupan nutrisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar