Salah satu penyebab utama munculnya penyakit kardiovaskular seperti
serangan jantung dan stroke adalah pola makan yang buruk yang memicu
terjadi penumpukan lemak dan penyumbatan pembuluh darah ke seluruh
tubuh. Agar kondisi ini dapat dicegah, sejumlah peneliti dari Swedia pun
merekomendasikan agar calon penderitanya mengonsumsi makanan-makanan
tertentu.
Makanan yang direkomendasikan studi ini adalah makanan
yang kaya antioksidan, terutama dari buah-buahan dan sayuran. Menurut
peneliti, kedua jenis makanan ini dapat mengurangi peluang serangan
jantung hingga 25 persen.
Kesimpulan ini diperoleh setelah
peneliti mengamati asupan antioksidan pada pola makan 30.000 wanita
Swedia berusia 49-83 tahun. Nyatanya partisipan yang diketahui memiliki
asupan antioksidan tertinggi peluangnya 20 persen lebih kecil untuk
mengalami serangan jantung dibandingkan partisipan yang asupannya paling
rendah.
Antioksidan diyakini berkhasiat mencegah serangan
jantung berkat kemampuan alaminya untuk melawan molekul-molekul yang
disebut reactive oxygen species (ROS) atau lebih dikenal dengan sebutan
'radikal bebas'. Molekul-molekul itu telah lama diketahui dapat
menyebabkan peradangan, merusak sel-sel sehat serta memicu kanker maupun
penyakit jantung.
Secara spesifik, peneliti juga menemukan bahwa
wanita berusia 49-83 tahun yang makan 7 porsi buah dan sayuran dalam
sehari memiliki kemungkinan 20-29 persen lebih kecil untuk mengalami
serangan jantung selama 10 tahun dibandingkan mereka yang makan dua
porsi buah dan sayuran.
Wanita yang makan banyak buah dan sayuran juga cenderung lebih sedikit mengonsumsi lemak jenuh.
"Hasil
studi ini juga sangat berbeda dengan studi sebelumnya yang berupaya
merekomendasikan suplemen antioksidan tunggal seperti pil vitamin A, C
dan E untuk mencegah serangan jantung. Namun ternyata suplemen-suplemen
itu gagal terbukti mengurangi risiko serangan jantung dan kematian
akibat penyakit jantung," tandas ketua tim peneliti Dr. Alicja Wolk dari
Karolinska Institute di Stockholm seperti dilansir dari medindia, Rabu (26/9/2012).
Peneliti
percaya bahwa antioksidan dalam bentuk apapun dapat bekerjasama untuk
melindungi tubuh, bahkan manfaatnya bisa melampaui konsumsi satu jenis
antioksidan walaupun dosisnya tinggi.
Studi ini telah dipublikasikan dalam American Journal of Medicine.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar