Dengan alasan apapun, orangtua sebaiknya selalu jujur jika tidak ingin
dicap pembohong oleh anaknya. Sejak umur 1 tahun, anak bayi sudah
belajar mempercayai orang dan mengingat-ingat siapa saja orang yang
tidak layak untuk dipercaya.
Saat bicaranya saja belum lancar,
bayi umur 13-16 bulan sudah bisa mengenali kejujuran seseorang lewat
gaya bicara dan ekspresi wajah. Sekali orang itu berbohong, suara dan
ekspresinya akan diingat dan untuk seterusnya bayi tersebut tidak akan
percaya lagi kepadanya.
Temuan ini terungkap dalam sebuah
penelitian yang dimuat dalam jurnal Infant and Development ini
menegaskan berbagai penelitian sebelumnya, bahwa ingatan anak sudah
terbentuk sejak usia yang sangat dini. Kali ini lebih spesifik, yakni
ingatan tentang kejujuran.
"Seperti anak di usia yang lebih
dewasa, bayi belajar untuk mengingat-ingat riwayat kejujuran seseorang
dengan tingkat akurasi tertentu," ungkap Prof Diane Poulin-Dubois,
seorang psikolog dari Concordia University seperti dikutip dari Dawn.com, Kamis (8/12/2011).
Dalam
penelitian tersebut, Prof Poulin-Dubois melibatkan beberapa bayi
berusia 13-16 bulan yang masing-masing didampingi oleh satu orang
dewasa. Eksperimen dilakukan 2 kali, masing-masing melibatkan interaksi
antara bayi dengan pendampingnya.
Pada eksperimen pertama,
pendamping diminta melongok isi boks dan berpura-pura girang seolah ada
mainan di dalam boks tersebut. Harapannya bayi akan penasaran dan
ikut-ikutan melongok isi boks, lalu sebagian akan tertipu karena boksnya
sengaja tidak diisi mainan.
Pada eksperimen kedua, pendamping
yang sukses menipu bayinya sudah tidak dipercaya lagi. Di antara bayi
yang tertipu di eksperimen pertama, hanya 34 persen yang masih
terpancing oleh pendamping untuk menyalakan lampu mainan dengan jidat
dan bukan dengan tangan.
Bayi yang tidak ditipu pada eksperimen
pertama, dalam arti benar-benar menemukan ada mainan di dalam boks
cenderung tetap percaya pada pendampingnya. Pada eksperimen kedua,
sebanyak 61 persen bayi masih mau mengikuti pendamping untuk menyalakan
lampu mainan dengan jidatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar