Kamis, 27 September 2012

Dokter Gigi pun Perlu Tahu Jika Pasiennya Suka Berganti-ganti Pasangan Seks

Saat datang ke dokter gigi, pasien biasanya hanya akan ditanya seputar keluhannya. Namun di Inggris, dokter gigi juga disarankan untuk menanyakan hal-hal pribadi seperti berapa kali pasiennya itu berganti pasangan seks. Lho, untuk apa?

Anjuran yang disampaikan oleh Cancer Research UK ini disampaikan terkait makin tingginya jumlah penderita kanker rongga mulut. Dengan mengetahui riwayat seksual pasiennya, dokter gigi bisa ikut beperan untuk melakukan pencegahan serta deteksi dini.

Kanker rongga mulut sendiri ada banyak penyebabnya, aktivitas seksual hanya salah satu dari berbagai kemungkinan. Aktivitas seks khususnya seks oral diyakini bisa membuat mulut terinfeksi Human Papiloma Virus (HPV) yang selama ini dikenal sebagai penyebab kanker leher rahim.

Seringnya berganti-ganti pasangan seks juga terbukti erat kaitannya dengan peningkatan risiko kanker rongga mulut. Berbagai penelitian menunjukkan, makin sering berganti pasangan maka risiko terkena kanker rongga mulut juga akan makin tinggi.

"Kami ingin mereka (dokter gigi) lebih menyadari macam-macam faktor risiko (kanker rongga mulut), sehingga mereka bisa menanyakan pertanyaan yang tepat," kata Hazel Nunn dari Cancer Research UK, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (27/9/2012).

Selain seks oral, faktor lain yang juga mempengaruhi risiko kanker rongga mulut adalah gaya hidup. Ada beberapa hal terkait gaya hidup yang dinilai bisa meningkatkan risiko kanker rongga mulut, antara lain merokok dan riwayat minum alkohol secara berlebihan.

Anjuran agar dokter gigi aktif menanyakan hal-hal pribadi yang terkait risiko kanker rongga mulut sejauh ini masih usulan. Namun anjuran ini juga mendapat dukungan dari British Society for Oral Medicine dan British Association for the Study of Community Dentistry.

sumber: www.detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar