Sudah pakai alat KB tapi masih hamil. Kasus ini mungkin dialami oleh
banyak orang. Sebenarnya siapa yang salah, alat KB nya atau si
pemakainya. Berikut adalah faktor-faktor yang bikin alat KB gagal
berfungsi.
Ada bebarapa pilihan alat konstrasepsi atau KB yang
bisa digunakan dengan keunggulan dan kelemahan masing-masing. Meski
berfungsi untuk mencegah dan menunda kehamilan, tetap ada ada sekian
persen peluang alat KB mengalami kegagalan.
Berikut beberapa faktor yang membuat alat KB gagal berfungsi dan masih bisa menyebabkan kehamilan,
1. Pil KB
Pil KB mengandung hormon yang bisa
mencegah ovarium wanita mengeluarkan sel telur sehingga mencegah
kehamilan. Wanita harus mengonsumsi pil KB setiap hari, bahkan pada
waktu yang sama setiap harinya misalnya setiap pagi hari jam 07.00.
Nah,
yang sering membuat kehamilan masih bisa terjadi adalah karena lupa
atau minum pil KB tidak tepat waktu. Kelupaan minum pil KB sebenarnya
kini bisa diatasi dengan pil KB darurat atau Postpil. Sesuai dengan peraturan, Postpill ini bisa dibeli di apotik dengan resep dokter.
2. KB Spiral (IUD)
KB spiral
atau intrauterine device (IUD) dilakukan dengan memasukkan perangkat
plastik atau tembaga ke dalam rahim untuk menghambat perjalanan sperma.
Kontrasepsi ini hanya dipasang sekali dan jangka panjang.
KB
spiral merupakan salah satu alat KB yang paling efektif dan aman, namun
kegagalan masih bisa terjadi bila alat IUD bergeser atau bahkan terlepas
dari posisi awal. Hal ini bisa terjadi pada awal-awal pemasangan atau
selama menstruasi. Oleh karena itu, penting melakukan pemeriksaan untuk
memastikan IUD masih terpasang dengan benar.
3. KB Suntik
KB suntik dilakukan dengan
memasukkan hormon perlahan ke dalam aliran darah untuk mencegah ovulasi
yang bisa mengakibatkan kehamilan. KB suntik biasanya dilakukan dalam
periode tertentu, per 1 atau 3 bulan sekali.
Kegagalan biasanya terjadi karena sang wanita lupa jadwal melakukan suntik KB setiap periodenya.
4. Kondom
Kondom adalah alat yang mencegah sperma
agar tidak bisa bertemu dengan sel telur. Namun efektivitas dari kondom
ini tergantung pada seberapa baik seseorang menggunakannya.
Kegagalan
penggunaan kondom biasanya terjadi karena kondom yang digunakan bocor,
lewat tanggal kadaluarsa, terlepas saat digunakan atau sang wanita
menggunakan pelumas berbasis minyak sehingga bisa melarutkan lateks
kondom dan menyebabkan lubang.
5. KB Implan (susuk)
KB implan hampir sama dengan
pil KB yang mengandung hormon pencegah kehamilan. Namun hormon dikemas
dalam batang tipis dan fleksibel yang terbuat dari plastik dan
dimasukkan tepat di bawah kulit di bagian lengan wanita. KB spiral
merupakan alat KB jangka panjang yang biasanya bertahan hingga 3 tahun.
Kegagalan
bisa terjadi bila petugas kesehatan salah memasukkan implan. Kesalahan
posisi sulit untuk dideteksi karena tidak semua implan dapat terdeteksi
oleh sinar-X.
sumber: www.detik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar