"Bagus Utomo adalah orang pertama yang mendapat kehormatan menerima Dr. Guislain Award perdana tersebut," demikian disampaikan Sekretaris III Pensosbud Diplik KBRI Brussel Mulyanto Sastrowiranu kepada detikcom, Senin (15/10/2012).
Juri memilih Bagus karena dinilai berjasa tak kenal lelah mengikis stigma berkenaan dengan Schizophrenia dan memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat di Indonesia mengenai penyakit kejiwaan melalui Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) dengan kegiatan antara lain informasi online, workshop, seminar edukasi, serta dukungan pada pasien dan keluarganya.
Beberapa grup KPSI setempat telah didirikan di beberapa kota di Indonesia antara lain Yogyakarta dan Medan. Pembentukan KPSI tersebut sebelumnya diawali oleh Bagus dengan membuat grup KPSI di Facebook, yang saat ini sudah diikuti oleh lebih dari 6.000 anggota.
Bagus sendiri tidak memiliki latar belakang medis atau psikologi. Tekad dan pengabdiannya untuk mengajak orang lain peduli mengenai penyakit kejiwaan itu terinspirasi penyakit Schizophrenia yang diderita kakaknya.
Penyerahan anugerah Dr. Guislain Award kepada Bagus berlangsung di kota Ghent, Belgia, di hadapan lebih dari 200 tamu undangan dari kalangan medis dan masyarakat umum, Rabu (10/10/2012).
Keterangan resmi dari penyelenggara di drguislainaward.org menyebutkan bahwa selain Dr. Guislain Award, Bagus Utomo juga menerima uang US$50,000. Dana sebesar itu dimaksudkan untuk meningkatkan lebih lanjut pengembangan kegiatan atau proyek-proyek organisasi yang dipimpin Bagus.
Dr. Guislain Award diberikan kepada orang-orang yang dinilai telah melakukan upaya besar dalam mengubah stigma negatif masyarakat terhadap penyakit jiwa.
Dalam proses pemilihan calon, Museum Dr. Guislain menerima masukan dari masyarakat umum, dan pemilihan pemenang ditentukan oleh 6 orang juri, yang salah satunya adalah Patrick Kennedy, mantan anggota Kongres, Amerika Serikat (AS), yang juga co-founder dan co-chairman lembaga One Mind for Research.
Dr. Guislain Award diambil dari nama dokter dan psikiater Belgia, Dr. Jozef Guislain (1797-1860), yang terkenal sebagai Profesor di Universitas Ghent dan Kepala Psychiatric Hospital (Guislain Institute).
Pada zamannya, Dr. Guislain menggunakan metode baru dalam perawatan pasien sakit jiwa. Dia meninggalkan metode sebelumnya, dimana pasien rumah sakit jiwa dirantai dan disekap dalam ruangan tertutup.
Setelah wafat, rumah sakit jiwa yang dikepalai oleh Dr. Guislain dinamai Dr. Guislain Psychiatric Center, dan pada tahun 1986 fungsi rumah sakit tersebut diubah menjadi museum.
Saat ini, Museum Dr. Guislain menjalankan misi untuk mengubah stigma negatif masyarakat di berbagai negara di dunia mengenai penyakit kejiwaan dan pasien penyakit kejiwaan.
sumber: www.detik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar