Selasa, 16 Oktober 2012

Kelanjutan Monorel Jakarta Ada di Tangan Jokowi

Tokyo - Proyek monorel di Jakarta sudah terbengkalai sejak 2004, tiang-tiang proyek ini hanya jadi tempat papan reklame saja. Pemerintah pusat menyatakan, kelanjutan monorel berada di tangan Gubernur DKI Jakarta baru yaitu Joko Widodo (Jokowi).

Hal ini disampaikan oleh Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy Priatna saat ditemui di Imperial Hotel, Tokyo, Jepang, Selasa malam (9/10/2012).

"Menurut kami (pemerintah pusat), kami sudah mengkaji soal monorel ini. Dilanjut oke, mau diganti guided bus juga oke, karena jalur yang dipakai sama, dan tidak mengubah tiang-tiang yang ada. Tapi tergantung gubernur," kata Dedy.

Disampaikan Dedy, Gubernur DKI Jakarta sebelumnya yaitu Fauzi Bowo sebenarnya sudah punya rencana untuk mengubah konsep monorel menjadi guided bus, yaitu bus yang ditarik oleh lokomotif di depannya, seperti di Dubai.

"Biayanya memang lebih murah guided bus ketimbang monorel, namun daya angkutnya lebih banyak monorel," kata Dedy.

Terkait rencana BUMN yaitu PT Adhi Karya Tbk untuk membangkitkan kembali proyek monorel, Dedy menyatakan, keputusannya berada di tangan Jokowi sebagai gubernur yang baru.

Seperti yang diketahui, pembangunan monorel sebelumnya mangkrak sejak 2004 dan menyisakan tiang-tiang monorel, karena pemrakarsa proyek gagal mendapat investor. Padahal, tiang-tiang tersebut sudah di bangun di kawasan Kuningan hingga Senayan. Hingga saat ini tercatat ada 160 tiang monorel di kawasan tersebut.

Pada 19 September 2011 lalu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo secara resmi menghentikan masa perjanjian terhadap konsesi PT Jakarta Monorel sebagai pengembang dan investor monorel. Dampak penghentian perjanjian itu, pihak PT Jakarta Monorel meminta penggantian biaya investasi Rp 600 miliar.

Fauzi Bowo pada waktu itu menegaskan akan mengganti sesuai rekomendasi dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyatakan jika ganti rugi dapat dibayarkan kepada investor monorel maksimal Rp 204 miliar.

Awalnya proyek monorel rencananya akan dibagi menjadi dua jalur, yakni jalur hijau dan jalur biru, dan diperkirakan dapat mengangkut 120 ribu orang per hari. Monorel jalur hijau sepanjang 14,2 kilometer akan beroperasi dari Semanggi ke Kuningan. Sedangkan, jalur biru sepanjang 12,2 kilometer dari Kampung Melayu-Casablanca-Tanah Abang hingga ke Roxy.

Konsep baru yang ditawarkan oleh Adhi Karya, monorel akan terkoneksi dengan MRT, Bus Way, dan KRL. Selain itu, monorel mampu mengangkut penumpang hingga 800 penumpang dalam sekali jalan sehingga menghemat penggunaan energi.


sumber: www.detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar