Kualitas tidur akan sangat mempengaruhi perkembangan bayi. Apabila bayi
Anda kurang tidur maka akan menyebabkan daya tahan tubuh berkurang,
sehingga si kecil rentan dengan penyakit.
Menurut dr. Rosalina
Dewi Roeslani Sp.A(K), seorang dokter spesialis anak dari Divisi
Perinatologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), ketika bayi Anda
mendapatkan tidur berkualitas atau Non Rapid Eye Movement (non-REM) maka
ada hormon-hormon seperti hormon pertumbuhan yang akan berkerja dengan
maksimal dan memperbaiki sel-sel yang rusak. Dokter Rosi juga
mengungkapkan ciri-ciri bayi yang mendapatkan tidur berkualitas dapat
dilihat dari wajahnya yang rileks, ototnya yang lemas dan bangun dengan
ceria.
Bagaimana caranya agar anak bisa mendapatkan tidur yang berkualitas? Berikut ini beberapa tips yang dipaparkan dr. Rosi:
Atur Suasana Tidur
Sejak
dalam kandungan, bayi mengenal sudah mengenal irama circadian. Irama
circadian adalah jam biologis pada tubuh manusia. Sehingga ketika dia
sudah lahir, setelah beradaptasi, bayi bisa mengikuti irama circadian
ini. Biasakan anak untuk tidur dengan suasana yang tenang dan temaram
agar dia tubuhnya pun tahu kalau waktu tersebut berarti saatnya tidur.
Dengan cara ini anak bisa tidur lebih nyenyak.
Beri Susu
Perut
kenyang maka tidur pun pulas. Ini berlaku juga untuk si buah hati,
berilah dia ASI atau susu formula sebelum tidur makan akan meminimalisir
dia bangun tengah malam karena lapar atau haus. Bagi Anda yang
memberikan ASI sebelum tidur harus siap terbangun 2-3 sekali untuk
memberikan ASI lagi. Hal ini dikarenakan ASI sangat mudah dicerna oleh
tubuh, berbeda dengan susu formula yang membuat metabolisme tubuh si
kecil menjadi lebih lambat.
Mandikan atau Basuh Air Hangat Terlebih Dahulu
Suhu
air hangat yang menenangkan akan membantu anak untuk mendapatkan tidur
yang berkualitas. Memandikan atau membasuh si kecil 1 atau 2 jam sebelum
tidur akan membuatnya tidur lebih lama. Semakin muda umur bayi maka
waktu tidur mereka akan lebih lama. Waktu tidur yang diperlukan bayi
sekitar 16 - 20 jam per harinya.
Gunakan Popok Berdaya Serap Tinggi
Banyak
bayi terbangun dari tidurnya bukan karena haus atau lapar, melainkan
karena tidak nyaman dengan popok yang dipakainya. Apabila Anda lebih
suka menggunakan popok kain daripada popok sekali pakai sebaiknya lebih
sering mengganti popok. Popok kotor akan mengumpulkan bakteri yang
menimbulkan iritasi pada kulit bayi.
Atur Pola Tidur Bayi
Untuk
bayi berumur 0 - 4 bulan tidak bisa diatur pola tidurnya. Tetapi
setelah berumur empat bulan otak anak mulai bisa mengenali kapan waktu
siang dan malam. Terapkanlah tidur siang dan tidur malam kepada di
kecil. Tidur siang membantu anak untuk memenuhi kebutuhan tidur malam
yang kurang. Bangunkan si kecil ketika sudah waktunya makan, sekitar 2-3
jam sekali. Sebaiknya waktu tidur siang lebih pendek dari tidur malam.
Perawatan Metode Kanguru
Metode
ini lebih dikenal dengan skin to skin care. Perawatan ini dilakukan
kepada bayi yang baru lahir, dimana bayi yang hanya menggunakan kaos
kaki, topi dan popok diletakan di atas dada Anda tanpa ada kain
penghalang. Dengan metode ini si buah hati akan merasa aman bersama Anda
dan membiatnya jadi jarang menangis sehingga tidak memerlukan kalori
tambahan agar tumbuh kembangnya optimal.
"Jangan menyepelekan
tidur anak. Menjaga kualitas tidur anak itu penting, karena kita mau
tumbuh kembangnya optimal", ujar dr. Rosi dalam peluncuran produk
terbaru dari Mamypoko di Djakarta Theater Building, Jakarta Pusat,
selasa (12/6/2012).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar