Orang yang terlahir dengan tangan kidal terkadang dianggap sebagai orang
yang cerdas. Ada pula anggapan mereka yang bertangan kidal adalah orang
yang lebih artistik. Namun ada pula yang beranggapan orang bertangan
kidal adalah orang yang canggung. Bagaimana sebenarnya?
Dilansir
news.com.au, Senin (22/10/2012), sekitar 10 persen dari populasi manusia
adalah orang-orang bertangan kidal. Namun banyak pula manusia yang
bergantian menggunakan tangan kanan dan kiri saat mengerjakan berbagai
kegiatan. Meski demikian sejak zaman kuno, orang bertangan kidal banyak
yang didiskriminasi. Berbagai mitos pun berkembang terkait tangan kidal
ini.
Orang kidal terlihat canggung lantaran banyak peralatan di
dunia ini, seperti peralatan olahraga dan instrumen musik, yang didesain
untuk mereka yang tidak kidal. Contoh sederhana, perhatikan saja tombol
kamera yang letaknya di sebelah kanan. Bagi si tangan kidal, letak
tombol itu tentu menyulitkan sehingga membuat orang kidal menjadi
canggung.
Namun persoalan yang lebih serius adalah banyak
alat-alat dan mesin berat yang bisa menjadi berbahaya bagi orang kidal.
Hal ini dikarenakan mereka sulit untuk meraih tombol on dan off saat
mengoperasikan mesin tersebut.
Bahkan untuk menulis secara umum
juga lebih sulit bagi orang kidal. Untungnya dunia modern menjadi 'mebih
berpihak' pada kalangan yang tangan kirinya lebih aktif ini. Keyboard
komputer disusun dengan sistem QWERTY. 56 Persen penekanan tombol dibuat
dengan lebih menitikberatkan pada penggunaan tangan kiri. Selain itu
3.000 kata dalam bahasa Inggris dapat diketik seluruhnya dengan tangan
kiri, dan hanya 300 kata yang sepenuhnya diketik dengan tangan kanan.
Sisi
positif orang kidal, banyak dari mereka yang menjadi cepat beradaptasi
dengan hal-hal yang banyak dirancang untuk orang yang menggunakan tangan
kanan. Terkadang, hidup di 'dunia orang-orang tangan kanan' justru
menjadi keuntungan bagi mereka yang kidal.
Menurut pemerintah
Victoria di Better Health Channel, keuntungan orang kidal di bidang
olahraga adalah saat menghadapi orang yang beraktivitas dengan tangan
kanan. Sebab orang-orang kidal kerap memberikan 'kejutan' bagi lawannya
yang tidak kidal.
Benarkah Orang Kidal Lebih Pintar?
Banyak
mitos berkembang soal orang kidal. Yang paling umum adalah bahwa orang
kidal dipercaya lebih pintar, lebih artistik sehingga banyak yang
berpendapat mereka cocok menjadi arsitek maupun musisi. Hal ini
didasarkan pendapat bahwa sisi kanan otak mengontrol sisi kiri yang
cenderung berhubungan dengan musik dan kreativitas. Sedangkan sisi kiri
otak umumnya berhubungan dengan matematika, logika ilmu pengetahuan, dan
bahasa.
"Ini sama sekali tidak bisa dimengerti," kata Dr Clyde
Francks dari Wellcome Trust Centre for Human Genetics, Universitas
Oxford.
"Kami benar-benar di awal sangat memahami apa yang membuat otak asimetris," imbuhnya.
Faktanya,
tidak ada studi yang benar-benar menunjukkan bahwa orang yang kidal
lebih pintar atau lebih artistik. Dalam tes IQ terbesar yang digelar di
Inggris, di mana 90 ribu orang terlibat, hasilnya kurang dari satu
persen orang-orang kidal yang lebih tinggi skornya daripada yang tidak
kidal.
"Yang kita tahu adalah bahwa orang kidal cenderung
memiliki distribusi kegiatan yang lebih di dua belahan otak," ujar
Francks. Sedangkan orang yang tidak kidal cenderung lebih aktif bagian
otak kirinya.
Karena itu, orang-orang kidal dipercaya lebih baik
dalam mengorganisir sejumlah besar informasi. Mereka juga cenderung
multi-tasking karena kedua sisi otaknya terbiasa berkomunikasi dengan
lebih efisien.
Mungkin ini cukup menjelaskan mengapa penelitian
Johns Hopkins University pada 2006 silam di Amerika Serikat menemukan
10-15 persen orang kidal mendapat uang lebih banyak ketimbang yang tidak
kidal. Ya, banyak orang kidal yang multitasking.
Namun demikian
butuh banyak penelitian tentang orang kidal. Sebab selama ini penelitian
yang dilakukan sampelnya masih sangat kecil, selain itu masih ada
pengaruh variabel sosial dan biologis sehingga kesimpulan yang memadai
seringkali sulit didapatkan.
Selain itu masih banyak teori
tentang kidal yang belum bisa dibuktikan. Misalnya tentang harapan hidup
orang kidal yang lebih pendek, juga pendapat bahwa orang kidal lebih
rentan terhadap kanker usus ataupun kanker payudara.
"Beberapa
penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar, epilepsi dan autisme
lebih sering terjadi pada orang kidal," demikian catatan Channel Better
Health.
Namun peneliti lain tidak bisa mengkonfimasi penemuan
ini. Pengetahuan baru-baru ini menunjukkan bahwa penggunaan tangan yang
lebih dominan tidak terkait dengan kemampuan belajar.
Sebuah
penelitian di Universitas Oxford baru-baru ini menemukan sebuah gen yang
dapat meningkatkan kesempatan seseorang menjadi kidal sekaligus
mengalami skizofrenia. Tapi menurut Dr Francks, orang-orang tidak perlu
khawatir tentang temuan tersebut. Sebab ada banyak faktor yang membuat
orang mengalami schizophrenia.
Dengan demikian, kesimpulan tentang kidal masih sangat umum. Sehingga kemisteriusan orang kidal belum benar-benar terpecahkan.
sumber: www.detik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar